Sabtu, 11 Februari 2012

BIOGAS, ALTERNATIF MENGATASI KELANGKAAN ENERGI

Bukan sekali dua kali, kita dapatkan berita bahwa diberbagai daerah terjadi kelangkaan BBM. Baik karena telatnya pasokan akibat adanya bencana alam, atau situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan.
Belum lagi isu pengurangan subsidi harga BBM yang berdampak pada naiknya harga BBM. Dari sisi masyarakat sebagai konsumen cenderung menolak karena akan menambah beban konsumsi kita. Namun pemerintah dalam hal ini sebagai pen subsidi - juga merasa berat, karena permintaan BBM semakin tahun semakin meningkat sehingga subsidi pun bertambah. (sebenarnya kalau anggota DPR tidak minta kenaikan gaji, ataupun budget yang ada tidak di korupsi ... kata sumber di pemerintahan masih bisa lho... )

Sebagai bangsa yang besar (kata pak Guru) kita tidak perlu resah. Masih banyak sumber alternatif yang dapat dimanfaatkan. Baik itu yang berasal dari wind energy, wave energy, solar energy dan ....... teakhir human energy ...! (yang terakhir ini muter turbin pakai tenaga manusia... dari pada jadi pengangguran man !)

Bagusnya untuk mengatasi kelangkaan energy sekaligus menangkis krisis yang menyertainya, dimulai dari daerah pedesaan. Orang-orang pedesaan paling kasihan apabila terjadi krisis ! Orang perkotaan bukan urusan kita, karena rata-rata sudah punya penghasilan lebih dari cukup.

Nah, apa yang bisa diupayakan ? Buatkan program usaha penggemukan sapi plus dengan pemanfaatan limbah sapi menjadi biogas. Tujuannya apa ? Tujuan pertama penggemukan sapi untuk meningkatkan pendapatan. Dan yang kedua untuk menekan pengeluaran berupa konsumsi BBM (minyak tanah dan gas utamanya) untuk kebutuhan memasak. syukur-syukur bila penduduk kreatif, arahkan untuk membuat pembangkit listrik sendiri dengan energy biogas, sehingga lebih hemat lagi, tidak perlu listrik dari PLN.

Bila didorong lebih kreatif lagi, silahkan memodifikasi motornya agar bisa pakai BBM biogas. Tambah lagi gak perlu beli bensin. Toh kebutuhan kendaraan umumnya hanya diseputar desa, tidak perlu jauh.

Nah kita hitung, kalau 50% pedesaan sudah mampu swasembada energy biogas berapa besar penghematan pemerintah untuk subsidi ? Belum lagi, bila ada kelebihan produksi biogas yang dapat dikumpulkan untuk dijual kepada masyarakat lainnya ? Bukan berarti penambahan pendapatan untuk masyarakat ?! Atau bahkan PLN mau membeli kelebihan energi listrik produksi masyarakat ? seperti yang dilakukan pemerintah Jepang ?
Great ..man !!

untuk merealisasikan perlu niat yang kuat dan visi yang sama dari seluruh komponen masyarakat dan pemangku kebijakan. saya lebih berharap, para mahasiswa yang saban kali seneng demo, anarkis... kembali kejalan yang benar dengan mendemokan pembuatan biogas kepada masyarakat pedesaan. itu lebih baik, ketimbang ngrubuhin pagar gedung DPR, DPRD, kampus, de el el...

Ok that's my dreams... Kamu gimana ?

Tidak ada komentar: